edisi kusus

edisi kusus
Klik gambar... untuk melihat cerita, silsilah, foto keluarga Darmoredjo

Sejarah Pasar Kota Kepanjen Malang

Senin, 18 Maret 2013

oleh : Agung Cahyo Wibowo

P
asar mempunyai peran penting dalam kehidupan kita terutama dalam hal ekonomi, utamanya adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Disisi lain yang perlu kita ketahui pada umumnya masyarakat selalu ingin berusaha menyempatkan diri untuk memenuhi kebutuhan dengan datang ke pasar. Pasar rakyat atau pasar murah sering disebut dengan pasar tradisional.

Menurut informasi yang diperoleh tentang pusat keramaian pasar di Kepanjen Malang telah mengalami beberapa kali pindah tempat, antara lain :

Pasar Penarukan : 

       Cerita mbah Yanto (80 tahun), penduduk desa Talangagung, memberi penjelasan tentang foto disamping, adalah :

Foto disamping adalah pasar Kepanjen yang terletak di desa Penarukan Kepanjen, sebelum dipindah ke pasar Sawunggaling, karena ada pembuatan sungai irigasi yang dikenal dengan nama "sungai Molek" 


Pasar Penarukan terletak di barat pertigaan jalan penarukan (Kepanjen timur),  jalan Penarukan adalah jalan pertama dan jalan besar yang menghubungkan Malang - desa Sengguruh. Pada saat itu jalan Penarukan sangat ramai sebelum dibangunnya jalan baru Kebonagung - Kepanjen. 

Jalan Kebonagung - Kepanjen - Blitar (jalan saat ini) dibangun bersamaan-sama dengan pembangunan pabrik gula Kebonagung dan pembangunan Jalur kereta api Malang - Blitar, dengan adanya pembangunan jalur tersebut maka pusat keramaian berpindah dari Kepanjenbagian timur ke Kepanjen bagian barat.

Kembali ke pembahasan pasar tradisional Penarukan para pedagang saat itu berjualan dengan tempat berjualan semi permanen, Di Wilayah pasar Penarukan saat itu rumah penduduk sudah ramai dan rumahan para pejabat setingkat Wedono banyak membuat rumah disekitar pasar (sekarang jl. penarukan).

Pasar Penarukan saat tahun 1900 berdekatan dengan Kantor pusat pemerintahan Kawedanan, Masjid Shalafiah, Pegadaian dan jalan Panji. Bangunan sungai molek terlihat bersih dan digunakan sebagian masyrakat Kepanjen untuk mandi.

Pedagang berjualan di pasar penarukan dengan bangunan semi permanen. Setelah pasar penarukan dipindah ke lapangan Sawunggaling,  sisa-sisa pedagang pasar Penarukan masih tetap berjualan tetapi dalam kelompok kecil, sekarang dikenal dengan nama "pasar Krempyeng desa Penarukan" yang keberadaanya ditepi jalan Mentaraman Kepanjen.      
  
Pasar Sawunggaling


     Lapangan Sawunggaling letaknya disebelah barat pendopo  kawedanan Kepanjen (300 meter).Sungai Molek adalah sungai yang membelah kota Kepanjen menjadi dua area yang letaknya di tengah kota Kepanjen.

Dengan dipindahkan pasar Penarukan ke Lapangan Sawunggaling, para pedagang berjualan di tepi lapangan Sawunggaling dan bersebalahan dengan  sungai molek. Para pedagang berjualan dengan membangun tempat semi permanen terbuat dari kayu dan papan.Pasar alternatif Sawunggaling keberadaanya berkisar tahun 1900 sampai dengan 1970.  Orang kepanjen sering menyebut pasar Sawunggaling dengan nama "Pasar Lawas" (lama).

Setelah beberapa tahun pindah ke lapangan Sawunggaling, pemerintah Belanda berencana  membangun pasar baru dengan bangunan permanen yang merupakan cikal bakal pasar besar Kepanjen, yang letaknya sekitar 500 meter ke utara dari pasar Sawunggaling.

Pasar Sawunggaling tidak difungsikan pada tahun 1970-an, karena tempatnya akan didirikan Masjid Agung "Baiturrahman", akhirnya para pedagangnya semua pindah ke pasar Besar Kepanjen.
                         


Pasar Besar Kepanjen

Pasar Baru Kepanjen dibuat dengan bangunan permanen yang  konstruksi kuat dan sudah ada penatanan tempayang diatur secara perblok, yaitu untuk blok untuk pedagang rutin bahan makanan (pasar basah), pedagang pakaian atau  pedagang makanan / pedagang perkakas (pasar kering). Dan pasar Kepanjen mulai diresmikan dan difungsikan pada tahun 1926.

Dengan adanya pasar baru yang dibangun secara permanen dan megah maka banyak pedagang mulai berjualan dan mulai masuk pedagang keturunan cina dan pedagang keturunan Arab.  Keturunan Cina mulai membeli tanah disekitar jalan dekat pasar mulai membangun toko-toko jalan di pasar besar kepanjen di lebih dikenal dengan nama jalan Pecinan Kepanjen. sedangkan keturunan Arab banyak membeli tanah dan membangun toko di dekat pasar lama Sawunggaling.
Pasar Besar Kepanjen telah mengalami pemugaran pada :
1. tahun 1980 : dibongkar separuh area pasar
    dengan merubah bangunan depan pasar menjadi pasar kering dan 
    letak kantor Dinas Pasar di lantai 2, sedangkan dibelakang sbg pasar basah
2. tahun 1994 : depan pasar dibuat lantai 2, untuk bedak alat dan bedak elektr,
    dengan merubah bangunan depan menjadi pasar kering dan
    dibelakang pasar basah. 
dengan selesainya bangunan pasar Kepanjen berubah status menjadi pasar induk.
   
Nama jalan pasar besar Kepanjen, mengalami beberapa perubahan nama, antara lain :
1. Jl. Raya atau jl. Pecinan, diperkirakan antara tahun 1930 sampai 1951 
2. Jl. Raya Pahlawan, diperkirakan setelah kemerdekaan sampai 2008, .
3. Jl raya Ahmad Yani di ganti sejak tahun 2008 
    dan 2008 tahun merubah nama jalan lama Kepanjen menjadi nama jalan baru
    (tapak tilas sejarah Kepanjen mulai kabur)

Pasar Besar Kepanjen ini adalah landmark warga kecamatan Kepanjen, bahkan di  Malang selatan, Kebanggan masyarakat berbelanja di pasar besar Kepanjen sat itu, sekitar tahun 1970 - 2010. Setelah banyak berdiri Mini Market yang berkonsep toko modern pengunjung pasar Kepanjen turun dratis,

Pasar Sumedang Kepanjen

Pada tahun 1988 di bangunlah pasar baru yang terletak di Jalan Sumedang Kepanjen. Pasar ini difungsikan sebagai pasar basah, pasar Induk dan terminal bayangan untuk pangkalan jurusan Kepanjen-Karangkates, keberadaanya pasar Sumedang sampai sekarang perkembanganya sebagai pasar .