Cari Jejak Cerita Panji :
Misteri Leluhur Eyang Supriyadi
dari Malang Selatan
oleh : Agung Cahyo Wibowo
Tulisan ini merupakan penelusuran jejak cerita Panji melalui wawancara mengenai kisah leluhur Eyang Supriyadi, yang sangat lekat dengan legenda sejarah lokal masyarakat Malang Selatan. Di balik kisah turun-temurun tersebut, terdapat catatan silsilah keluarga yang menyimpan garis keturunan dari raja kerajaan tertua yang ada di Malang, yakni yang bernama "Hujung Galuh" atau "Galuh Dirgantara".
Eyang Supriyadi diyakini oleh warga sekitar sebagai salah satu sesepuh atau tokoh lokal yang melakukan babat alas serta berperan penting dalam penyebaran nilai-nilai kebaikan di Desa Senggreng dan sekitarnya. Desa Senggreng sendiri letaknya berada di sebelah barat "Beting Jenggolo Manik" atau sekarang berada di puing benteng Desa Jenggolo. Perjalanan menuju kawasan ini yang harus melewati aliran Sungai Metro dan Sungai Brantas menyiratkan karakteristik leluhur zaman dahulu para kesatria atau tokoh besar masa lampau yang gemar memilih tempat tenang di dekat sumber air atau aliran sungai besar untuk membangun suatu peradaban atau pusat kekuasaan masa kerajaan.
Sebelum membahas tentang babat kerajaan Hujung Galuh atau Goluh Dirgantara, Medang Kamulan dan alangkah baiknya penulis mencoba mengartikan tenta kata "Galuh" dan "Dirgantara dan "Hujung" ke bahasa Jawa kuno, yakni :
Arti kata "Galuh"
Menurut kamus : Bausastra Jawa, Poerwadarminta, 1939, #75artinya : galuh (galUh) : (S) kn 1 intên; 2 putri.
galuh (galUh) : prawan, èstri, êbèng.
Arti kata "Dirgantara"
Menurut kamus : Bausastra Jawa, Poerwadarminta, 1939, #75.dirgantara (dIrgantOrO) : kw awang-awang.
dirgantara (dIrgantOrO) : Kw. het luchtruim [=awang-awang, Skr. digantara].
Arti kata "Hujung"
Menurut kamus : Kawi - Indonesia, Wojowasito, 1977, #1019.
hujung : ujung; humujung, menuju ke.Arti kata "Medang"
Menurut kamus : Jawa, Poerwadarminta, 1939, #75.Medang (medaG) : kn. ngombe wedang (ing nalikane ngaso); [x]-i: 1 wis manuh ngombe wedang (tèh, kopi); 2 mènèhi wedang tèh (kopi); 3 ngêsoki lsp. nganggo wedang; kc. wedang. Sumber: Bausastra.
Arti kata "Kamulan"
Bausastra Jawa, Poerwadarminta, 1939, #75.
Menurut kamus : kamulan (kamulan) : kn. ak asal, wiwitan; kc. mula.kamulan (kamulan) : kawitan.
Dengan cara mengetahui kosa kasa diatas lalu dihubungkan dengan penafsiran berdasar literasi dan tapak-tilas penulis kelapangan langsung, diharapkan mampu membuka jalan bagi Literasi Baru Sejarah Malang, khususnya dalam mengungkap tabir peradaban klasik yang selama ini masih tersimpan rapi di bumi Malang Selatan.
< SABAR ..... : masih proses penyusunan >