GEMA PANJI BUDAYA MALANG


MENJAGA BUDAYA dalam BERKESENIAN
BERJALAN SUKSES

Kabupaten Malang memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, namun belum sepenuhnya terkelola menjadi kekuatan ekonomi. Disisi lain, tantangan pengangguran dan minimnya keterampilan seni kreatif masih menjadi persoalan nyata.

Melalui program ini, Dewan Kesenian Kabupaten Malang (DKKM) berinisiatif menghidupkan kembali budaya sekaligus membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pelatihan seni dan pengembangan industri kreatif berbasis budaya dengan cara gotong royong.

Dukungan dari pemerintah melalui dana hibah tetaplah sebuah bentuk pengakuan dan sport (dorongan) yang berharga bagi pergerakan ekosistem kebudayaan di daerah. Sering kali, keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat para penggiat seni dan sejarah untuk terus merawat tradisi.

Justru dalam kesederhanaan, kreativitas dan ketulusan sering kali melahirkan karya serta kegiatan yang lebih membumi, mulai dari workshop edukasi hingga pementasan swadaya yang sarat makna. Nilai substansial dari sebuah perhelatan budaya tidak pernah diukur dari kemewahan fasilitasnya, melainkan dari seberapa dalam pesan kearifan lokal tersebut sampai kepada masyarakat dan generasi penerus.

Kolaborasi strategis antara Dewan Kesenian Kabupaten Malang (DKKM) melalui Departemen Situs dan Sejarah bersama Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Malang akhirnya membuahkan hasil nyata. Pada pertengahan Juli 2026 ini, sebuah perhelatan akbar yang memadukan edukasi, seni pertunjukan, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian tradisi telah resmi digelar.


Rangkaian acara tersebut dikemas dalam tema "Gema Panji Budaya Malang Kuceswara", dengan inti acara :

  • Louncing logo Hari Ulang Tahun Kabupaten Malang ke 1466 dan Pembukaan Kegiatan Gema Panji Budaya Malang Kucecwara, yang dihadiri beberapa pengusaha

  • Workshop Budaya Panji Sesi edukatif dan ruang diskusi mendalam yang melibatkan para pegiat sejarah, pendidik, dan generasi muda untuk menggali nilai-nilai luhur  berupa workshop Tari Jaranan Dor Kas Lereng Semeru untuk guru dan workshop Ludruk dikhususkan untuk remaja yang dihadiri setiap acara 60 oroang.

  • Pentas Seni & Pertunjukan Tradisi Panggung ekspresi bagi para seniman lokal Malang untuk mementaskan kesenian berbasis tradisi mulai dari tari topeng khas Gunung lereng Kawi, pentas Jarandor yang diikuti lebih dari 60 orang dengan original Musik khasnya, Pentas ludruk.

  • Pameran & Bazar UMKM Lokal Wujud nyata pemberdayaan ekonomi kerakyatan, di mana para pelaku usaha mikro, dalam binaan Dinas Perindustrian sebanyak 17 stan, pelaku Usaha yang selalu berdampingan dengan DKKM menampilkan produk jamu leluhur, pengrajin Topeng, Produk UMKM budaya seperti keris, batu akhik, barang antik cirikas Jawa, UMKM seni-lukisan, pernak-pernik karya kerajinan tangan dan cindramata budaya dan sponsor acara. .

  • Lomba Anak Bertema Budaya Panji Ruang apresiasi dan pembinaan sejak dini melalui berbagai lomba kreatif bagi anak-anak yang dirangkum dalam acara lomba mewarnai, lomba menggambar, dan lomba menyanyi semua lomba memperebutkan Piala Bupati Malang, sedangkan acara hiburan berupa musik dan nyanyian untuk mendorong semangat peserta lomba dan penonton yang hadir 


Keberhasilan sebuah kegiatan, baik dalam skala kecil maupun besar, sangat bergantung pada solidnya sistem kepanitiaan yang dibentuk. Kepanitiaan bukan hanya sekadar pembagian tugas administratif, melainkan fondasi utama yang menentukan arah, efisiensi, dan kualitas eksekusi sebuah acara. Ketika sebuah kepanitiaan dirancang dengan matang dan dijalankan secara profesional, setiap potensi kendala dapat dimitigasi sejak dini, dan tujuan kegiatan pun dapat tercapai secara optimal.
 













ARTIKEL POPULER

KELUARGA DALEM DHARMOREDJO

KELUARGA DALEM DHARMOREDJO
PILIH JUDUL DIBAWAH INI :