1. Juru Kunci Mbah Giok.
Dalam kegiatan menelusuri Gunung Kawi, penulis kebetulan menuju ke barat puncak Gunung Kawi, tepatnya di Gunung Butak, dan sempat melihat candi di perkebunan teh Sirah Kencong, Kabupaten Blitar. Saat beristirahat di warung kopi di perkebunan teh tersebut, Bapak Suryanto bertanya kepada penulis, "Di mana puncak Gunung Kawi?" Ternyata, hampir sebagian warga sekitar Gunung Kawi jarang yang tahu dan tidak pernah mendaki ke puncaknya.
Bapak Suryanto kemudian bercerita bahwa jalur menuju puncak Gunung Kawi sangat sulit karena jarang ada orang yang ke sana. Tanpa pemandu, orang bisa tersasar hingga ke puncak Gunung Panderman. Beliau juga menceritakan pengalamannya saat di puncak, pernah melihat tumpukan batu-batu yang disusun seperti gapura, dengan batu-batu besar di sekitarnya membentuk lingkaran seperti pot tanaman. Penulis berniat mengajak beliau kembali ke tempat itu, namun Bapak Suryanto menjawab, "Sudah, wes gak mau saya .... sebab jalannya jauh, cukup sekali saja saya pergi kesana.", sambil menggoyankan tangannya tanda tidak mau.
Keraton Gunung Kawi bukanlah istana megah seperti bayangan umum. Menurutnya, Keraton Gunung Kawi adalah sebuah tempat yang digunakan oleh seorang tokoh pemerintahan dari Mataram Hindu sebagai pusat spiritual. Tempat ini dibangun dengan sederhana menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitarnya.
Cerita turun-temurun dari leluhur Mbah Giok menyebutkan bahwa di Gunung Kawi terdapat sebuah rumah peribadatan sederhana yang digunakan untuk menyampaikan wejangan kepada para muridnya. Bahkan, raja-raja dari sekitar Jawa Timur sering datang ke tempat ini untuk meminta nasihat kepada Empu Sindok ketika menghadapi kesulitan. Demikian cerita yang penulis simpulkan dari kisah panjang yang disampaikan oleh Mbah Giok.
2. Pegawai Perhutani. Bapak Siget
Cerita ini juga dibenarkan oleh Bapak Siget, seorang pegawai Perhutani yang bertugas menjaga hutan di lereng Gunung Kawi. Saat ditemui oleh penulis di rumahnya di Jalan Banurejo Kepanjen (utara pasar), Bapak Siget mengonfirmasi kisah tersebut yang sama dari keterangannya mbah Giok dan bahkan sempat memberikan sebuah buku tulisan tangan saat masih dinas dan buku tersebut hingga kini masih di simpan oleh penulis.
3. Budayawan Kelahiran Doko-Blitar, Bapak Suryanto
![]() |
Candi dilereng Gunung Butak |
![]() |
Patilasan Tumpukan Batu di Puncak Kawi |
![]() |
Keraton Gunung Kawi, meskipun sederhana dan jauh dari kemewahan, telah menginspirasi ajaran banyak raja-raja besar Jawa Timur di Nusantara. |