edisi kusus

edisi kusus
Klik gambar... untuk melihat cerita, silsilah, foto keluarga Darmoredjo

Kerajaan Tumapel Lama

Minggu, 19 Maret 2017

oleh : Agung Cahyo Wibowo


KEBERADAAN 
TUMAPEL LAMA dan SINGASARI


Kata Pengantar 
Penulis mencoba memberanikan diri untuk berpendapat tentang keberadaan kerajaan Tumapel atau Singgosari, dengan dasar nama–nama toponomis daerah yang sudah banyak dibaca berkaitan dengan peninggalan kerajaan Singasari yang tersebar luas di berbagai tempat yang ada di dalam dan diluar Malang

Penulis membatasi masalah dari basic research  hanya didaerah-daerah Malang SelatanDasar acuan berfikir berasal dari Buku Pararaton, yang ditulis tahun1461, kira-kira 250 tahun setelah masa kerajaan Singosari. Daerah tersebut adalah sebagai berikut :

Tumapel (adalah kerajaan yg berdiri selama 70 tahun mulai tahun 1222 - 1292 )
Sedangkan raja-raja yang pernah memerintah menurut Pararaton 
Pertama   : Ken Arok (memerintah selama 27 tahun mulai 1222 -1249) 
Kedua      :Anusopati (memerintah selama 2 tahun mulai 1247 -1249)
Ketiga      :Tohjaya (memerintah belum genap 1 tahun mulai 1249 - 1950)
Keempat  : Ranggawuni (memerintah selama 6 tahun mulai 1250 - 1272)
Kelima     : Kertanegara (memerintah selama 38 tahu yang paling laman 1271 - 1292) 

baca Isi Pararaton>


    


       I.  Dasar Pemikiran       


Pertama : Tulisan Buku
Menurut keterangan buku yang berjudul "Sejarah raja-raja dan istri raja-raja Jawa", halaman 95, karangan dari Krisna Bayu Aji adalah sebagai berikut :

"Semasa pemerintahannya, Ranggawuni telah memindahkan ibukota Tumapel (Singgasari) dari kotaraja ke Singgasari. Seiiring berjalannya waktu, nama singgasari lebih dikenal daripada kerajaan Tumapel. Perihal kebijakan Ranggawuni tidak tercatat dalam Pararaton"

Kedua  :Temukan Benda Sejarah (foto : 2008)
diketemukan di persawahan (4 buah)
Umpak besar ukuran 1m x 1m
Arca batu gajah (80 cm x 40 cm)   dan Arca batu Banteng (120 cm x 60 cm)





















Penemuan ini parca dan umpak ini berada di 3 lokasi
  • Umpak   : informasi awal umpak ini jumlahnya 4 buah, keterangan pemuda daerah sekitar ditemukan diwilayah persawahan desa Sutojayan sekitar tahun 1978 dia bersama temannya sempat mengambil diangkat dengan sepeda motor, karena berat maka dilempar ke tepi jalan. Umpak yang terlihat di foto penulis memfoto di posisi pekarangan belakan pasar Pakisaji dekat rel sepur
  • Foto Arca Gajah, penulis foto letaknya di rumah penduduk letaknya di belakan rumah dekat dengan sumur, posisi berada di jalan dari pasar pakisaji menuju desa Sutojayan atau desa Segenggeng.  Pakisaji
  • Foto Arca Banteng : Penulis foto letaknya di persawahan, dekat gerojokan aliran sungai dan saat itu tertutup rumput-rumput liar.
  • Arca yang disimpan di halaman kantor desa Genengan Pakisaji.

Tiga  : Menggali informasi melalui cerita masyarakat sekitar sumber kejadian.


A. Wawancara tahun 2010:
Nama        : Mbah Muslimin 
Usia          : 75 an tahun
Alamat     : Jl. Kawi Kepanjen Malang
Keterangan :
beliau adalah orang yang memulai dan membiayai pembangunan makam "mbah Bergas". di Lumbangsari, dan sama masyarakat salah satu sesepuh (memiliki ilmunya bisa melihat hal gaib dan mampu melihat hal yang sudah lama/pernah terjadi). Alasan kenapa tanya ke daerah Lumbangsari (lelumbang) karena desanya bersebelahan yaitu disebelanh timur tempat segenggeng, hanya terpisah sungai brantas. 
Keterangan dari mbah Muslimin tidak berbeli-belit dan langsung menunjukan beberapa  benda, patilasan dan Makam orang penting saat itu, penulis hanya fokus pada keterangan yang berhubungan dengan Tumapel, antara lain
  • Patilasan makan panglima dari Akuwu Tunggul Ametung yang sempat melarikan diri pada prajurit setia Akuwu Tumapel yang  akhirnya terbunuh di tepi sungai brantas tepatnya di Lelumbang, saat terjadi kegaduhan politik oleh Ken Arok dengan  Tunggul Ametung yang meninggal dengan cara tragis didalam keraton.
  • Ditunjukkan gua di lereng sungai Brantas dibawah pohon beringin, beliau memberi keterangan, bahwa kala anda kalau masuk ke dalam akan sampai disuatu tempat , gua ini berfungsi isebagai jalur tersembunyi untuk melarikan diri dari serbuan mungsuh. Gua itu sekarang sudah beliau tutupi dengani cor semen, agar tidak dipergunakan macam-macam oleh masyarakat yang tdk bertaggung jawab.
  • Tidak terlalu jauh jaraknya di temukan batu besar yang pernah digunakan  oleh Akuwu Tunggul Ametungyang mempunyai kepercayaan Animesme dan Dinamisme, melakukan kurban persembahan kepada setan. Untuk mencegah agar tdk terjadi kemusrikan maka mbah Muslimin mengubur batu  besar tersebut dengan tanah
  • Wilayah Segenggeng/Sutajayan/Gelanggang diperkirakan sudah ada pemerintahan kecil sebelum berdirinya Singasari dan letak daerah teraebut tepat ditengah-tengah antara sungai Brantas dan Mahateru (Metero).
B. Wawancarai 2010
Bapak Hasan (Alm) dan Bapak Joko (Alm) orang pakisadji pernah mengatakan bahwa bahwa daerah pakisaji adalah daerah tua yang pernah hilang, didaerah Glanggang dan di Bendo-Karangpandan berdiri dua Pura Hindu dimana jamaahnya masih tergolong banyak sampai sekarang.

C. Legenda Lokal
Adanya Legenda di Malang tentang Putri Proboretno anak dari Bupati Malang Ronggo Tohjiwo dan menantunya Panji Pulang Jiwo putra adipati Sumenep, yang kejadian ceritanya di Pakisardjo dan Kepanjen, lalu masyarakat Pakisaji di abadikan menjadi nama Jalan Panji Pulang Jiwo dan Nama Sekolahan SD Negeri Proboretno.

D. Pendapat umum
  • Ternyata Makam Kenarok bukan berada di Singgosari yang sering kita sebut-sebut tetapi berada di Kagenengan, walaupun lokasi belum diketahui, tetapi para sejarawan sepakat bahwa keberadaan  perabuhan Ken Arok berada di Malang Selatan (baca penemuan candi). Dasar gambaran tentang perilaku umum untuk pemakaman orang yang sudah meninggal, selalu dimakamkan tidak jauh dari tempat tinggalnya, tempat kelahirannya atau tempat keluarganya.
  • Ada informasi bahwa Kendedes itu berasal dari desa Kesamben dekat dengan desa Kemuning Pakisaji (ada peninggalan Prasastinya), Orang perempuan asli daerah situ cantik-cantik. (ini saya ceritakan apa adanya) 
  • Asal usul desa Sutojayan : Setelah selesai perang dalam memperebutkan tahta Tumapel antara Tohjaya yang dianggap sekutu Daha dengan Ranggawuni yang mendapat dukungan dari para bangsawan dan prajurit yang masih loyal kepada kerajaan Tumapel, maka dengan mudah mengalahkan kekuatan Tohjaya. Kekalahan perang raja Tohjaya maka berakir pula keberadaan Istana Kotaraja yang didirikan oleh Ken Arok dan upaya raja Ranggawuni membangun sejarah baru tentang Istana kerajaan Tumapelmaka dipindahlah ke utara yang akhirnya istana baru ini dikenal dengan nama Istana Singasari. Jadi desa Sutajayan berasal dari nama raja terakir yang berada di istana Tumapel lama yaitu Raja Sutojayan. Sampai sekarang orang tua pribumi  menyebutnya "desa Tohjayan"



      II.   Penjelasan Masalah        



Pertama : Letak Daerah Tumapel lama
Berada di Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, 
















Pendapat penulis tentang letak wilayah "Kotaraja" Tumapel saat diperintah Akuwu Tunggul Ametung diperkirakan sekarang terletak di wilayah Kecamatan Pakisaji Malang, keberadaannya desa-desa di Kec. Pakisaji antara lain :
  • Segenggeng             (nama daerah lama jaman Tumapel / Mataram Hindu)
  • Glanggang                (nama daerah lama jaman Tumapel)
  • Sutojayan                  (nama daerah lama jaman Tumapel / Mataram Islam)
  • Geneganan               (nama daerah lama jaman Tumapel / Mataram Hindu)
 Nama desa diluar Kecamatan Pakisaji
  • Kebon sari                (nama daerah lama jaman Tumapel)
  • Kemuning                  (nama daerah lama jaman Tumapel)
  • Wagir                         (nama daerah lama jaman Tumapel)
  • Lelumbang                (nama daerah lama jaman Tumapel) 
  • Mbureng                    (nama daerah lama jaman Tumapel) 
  • Tugaran                     (nama daerah lama jaman Tumapel)

Kedua : Letak Tumapel baru
Dengan Kepindahan Kotaraja Tumapel ke Singgosari (Tumapel), karena adanya cara pembumihangusan simbol kekuatan kediri di Kerajaan Tumapel, maka diangkatlah raja Tumapel baru dengan nama Ranggawuni dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardhana, pada era raja ini benih kebesaran kerajaan mulai berkembang dengan merubah taktik lama yang cenderung memperkuat pertahanan dan keamanan internal kerajaan, dengan raja baru Ranggawuni maka politik ketatanegaraan berubah dengan expansi untuk memperluas wilayah kerajaan Singgosari. Sedangkan kekuatan prajurit yang dahulu tertumpu pada pasukan daratnya kini ditambah dengan kekuatan pasukan Angkatan laut yang dermaganya di sekitar Lamongan dan Pasuruan.  



Ranggawuni memiliki seorang putra mahkota bernama Kertanegara yang akan mewarisi  kerajaan Singosari setelah raja  turun dari tahta kerajaan. Pada masa raja kertanegara inilah kerajaan singosari mengalami masa keemasannya, kerajaan ini terus memperluas daerah kekuasaan. pada tahun 1275 Singasari berhasil menaklukkan kerajaan Sriwijaya, sekaligus menjalin hubungan diplomasi dengan kerajaan Campa (kamboja). Ekspedisi ini dikenal dengan nama Pamalayu. Pengaruh kerajaan Singasari di Campa semakin kuat setelah raja campa mengawini adik perempuannya. Daerah kekuasaan Singasari pun semakin meluas meliputi Sumatera, Bakulapura (Kalimantan Barat), Sunda (Jawa Barat), Madura, Bali, dan Gurun (Maluku). Kebesaran Kerajaan Singasari telah dikontruksi oleh Ranggawuni dilanjutkan oleh Kertanegara sehingga wilayah Tumapel semakin luas sampai manca negara. 
Kebesaran kerajaan Singasari telah membuat orang jadi iri dan  kewaspadaan dari Kertanegara semakin kurang kesempatan ini digunakan oleh raja Kediri untuk merebut kembali  kekuasaan dan kebesaran kerajaan Kediri.  Sebagai kerajaan yang kalah perang maka keraton Singasari dibumi hanguskan, cara ini yang membuat bekas kerajaan besar Singosari hilang tanpa bekas.


      III.   Pesan dan Saran        

Pesan :
Hilangkan belenggu lama tentang sejarah Tumapel masih samar dan keraguan data, penulis merasa untuk karya sastra versi Pararaton, tentang sejarah leluhur dari Malang Raya, kurang membanggakan  tentang perilku  raja-raja yang memimpin Tumapel (Singasari) karena dikesankan :
  • Kenarok : anak yg lahir tanpa jelas orang tuanya, dibuang dikuburan, remajanya suka membuat onar/berjudi/memperkosa, setelah dewasa belajar agama, sama gurunya diberi ilmu yang memperbolehkan maksiat.
  • Akuwu Tunggul Ametung : Jahat dan berani pada Brahmana
  • Keturunan raja Tumapel memiliki sifat : Pendendam, sifat iri-dengki
  • Budaya terkesan bangsawan/brahmana suka hura-hura minum, lupa kewajiban
  • Keturannya gak mau musyawarah, selalu penyelesaian masalah dengan membunuh
  • Pitutur agama  dari brahmana tidak tercermin ajaran Hindu Budha
  • dan seterusnya
Saran :
Sangatlah cocok dengan dunia pendidikan apabila  sejarah kerajaan Singasari tetap mempertahankan keorsinilannya dan cerita logis tentang pemimpin yang bijak, pandai, stratergik dan suka melindungi pada rakyatnya.
Diharapkan dengan menceritakan kenyataan sejarah bisa diambil pendidikannya dan tauladan sehingga bermanfaat bagi generasi.
 
      IV.   Penutup        

Semoga Artikel ini bisa memperjelas posisi runtutan keberadaan kerajaan Tumapel atau Singasari yang masih perlu penjelasan tegas, antara lain :
  • Kapan kita menyebut Tumapel, kapan kita menyebut Singasari..?
  • Waktu kapan ada kerajaan Tumapel dan Singasari..?
  • Dimana letak kerajaan Tumapel dan Singasari..?
  • Siapa yang memerintah  kerajaan Tumapel dan yang memerintah Singasari...?
  • Seberapa besar luas kekuasaan Tumapel dan juga luas kekuasaan Singasari 
Demikian Artikel kami, apabila ada penulisan atau pendapat yang kurang benar masih bisa diluruskan dan dibenarkan. semoga karya ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan menjadi kebaikan dalam dunia pendidikan khusunya  untuk daerah Malang.