Tampilkan postingan dengan label 👨. P E N U L I S. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 👨. P E N U L I S. Tampilkan semua postingan

Dewan Kesenian Kab. Malang -DKKM-

Bayangkan Kabupaten Malang sebagai sebuah taman yang sangat luas. Di dalam taman ini, setiap sudutnya menyimpan "harta karun" yang tak ternilai harganya, mulai dari gemulainya tarian, harmoni musik gamelan, hingga cerita-cerita kuno dan karya seni leluhur. Namun, harta karun berupa identitas bangsa ini memerlukan penjaga agar tidak lekang oleh cepatnya perubahan zaman.

Di balik pelestarian ini, terdapat Dewan Kesenian Kabupaten Malang (DKKM). Sebuah lembaga yang dipercaya oleh Pemerintah Kabupaten untuk menjadi "Penjaga Harta Karun" kebudayaan kita. Tugas mereka bukan sekadar urusan administratif, melainkan memastikan agar seni dan budaya lokal tetap relevan dan memiliki daya tawar yang kuat di tengah arus modernisasi.

Sebagai penulis yang memiliki kegemaran blusukan ke situs-situs bersejarah, penulis merasa terpanggil ketika sebuah panggilan telepon datang dari rekan di pemerintahan. Penulis diajak untuk duduk bersama, berdiskusi dalam suasana yang hangat dan penuh canda dengan para tokoh seniman dari Turen, Sumberpucung, Pakisaji, Gondanglegi, Tumpang, Wajak, Dau hingga Singosari.

Meski pertemuan tersebut berlangsung santai khas masyarakat seni, di mana diskusi serius sering kali diselingi gelak tawa, wakaupun esensi yang dibicarakan sangatlah penting. Di sanalah saya menyadari bahwa bergabung dalam kegiatan seperti ini bukan sekedar berorganisasi, melainkan salah satu bentuk bakti kepada ibu pertiwi.

Sering kali kita bertanya, bagaimana cara mencintai ibu pertiwi di masa damai..? Melalui kacamata ilmiah, ketahanan sebuah daerah sangat bergantung pada seberapa peduli masyarakatnya terhadap sejarah dan identitas budayanya sendiri. Ketika identitas itu kuat, masyarakatnya akan tumbuh menjadi pribadi yang ramah, kreatif, dan memiliki jati diri.

Bagi penulis, menulis dan berpikir adalah "senjata" untuk membela bangsa. Dengan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan lokal dan mendokumentasikan pemikiran para praktisi seni dan Budayawan di DKKM, kita sebenarnya sedang membangun sebuah "benteng" mental agar karakter khas orang Malang tidak luntur.

    Gambar penulis berada no 4 dari atas, sebelah kiri saat pelantikan digedung DPR 2021

    Akhirnya dari bendera Panji DKKM berkibar dengan didasari Surat Keputusan Bupati Malang No. 188.45/758/KEP/35.07.013/2021  akan menjadi sebuah simbol pembuktian atas tiga hal:





    Peduli Legenda Sejarah Lokal




    Latar Belakangnya
    Penulisan legenda dan sejarah  sangat krusial bagi keberlangsungan kehidupan masa kini dan masa depan. Pada masa lalu leluhur menghadapi peristiwa dan menyelesaikan masalah bukan sekedar jatuh dari langit atau pemberian dari penjajah, tetapi melalui suatu proses panjang dengan cara pendekatan pada sang pencipta, berjuang melawan ganasnya jaman demi mewujudkan hal yang terbaik untuk semua generasi.

    Sehingga tidaklah berlebihan jika penulis dalam mencari data dan upaya memberikan suatu  informasi dengan menulis artikel di :

    webs : http://www.agungkepanjen.blogspot.com

    Tujuannya :
    Adapun tujuan menulis yaitu:
    1. Menggali sejarah dan menginformasikan segala sesuatu, baik itu saksi fakta data, situs peninggalan maupun peristiwa, pendapat dan pandangan terhadap fakta data dan peristiwa.
    2. Menggali legenda, cerita rakyat, dongeng dan menginformasikan segala sesuatu cerita sesepuh daerah, dari media cetak yang didukung fakta data dan peristiwa.
    3. Berusaha membuat tulisan Artikel tentang legenda, sejarah dengan lebih sistematik, fokus, dan bisa diambil hikmah dibalik suatu kejadian tersebut.
    Sumber primer adalah kesaksian dari seorang saksi yang melihat dengan mata kepalanya sendiri dan mengalami sendiri peristiwa tersebut . Sumber sekunder yaitu kesaksian dari saksi orang lain.

    Original Post at: http://gandrungrontak.blogspot.co.id/2013/11/metode-penulisan-sejarah.html
    Metode
    Sumber primer adalah kesaksian dari seorang saksi yang melihat dengan mata kepalanya sendiri dan mengalami sendiri peristiwa tersebut . Sumber sekunder yaitu kesaksian dari saksi orang lain.

    Original Post at: http://gandrungrontak.blogspot.co.id/2013/11/metode-penulisan-sejarah.html

    1. Menggunakan Data primer
    karena data sumber penulis didapat secara langsung dari sumber aslinya yang berupa wawancara, jajak pendapat dari individu atau kelompok (orang), mengumpulkan sumber data berupa foto kejadian, maupun hasil observasi dari suatu obyek pembahasan.

    Karena dengan menggunakan Data Primer mempunyai kelebihan yaitu lebih mencerminkan kebenaran berdasarkan apa yang dilihat.dan didengar langsung oleh penulis sehingga unsur-unsur kebohongan dari sumber yang fenomenal dapat dihindari.
    Tentu juga ada kekurangan dari data primer karena membutuhkan waktu yang relatif lama serta biaya yang dikeluarkan relatif cukup besar.

    2. Menggunakan Data sekunder karena data sumbe rpenulis didapat secara langsung melalui buku-buku literatur, catatan, bukti yang telah ada, atau arsip baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan secara umum. Dengan kata lain, peneliti membutuhkan pengumpulan data dengan cara berkunjung ke perpustakaan/Internet untuk membaca banyak buku yang berhubungan dengan suatu judul/tema penulisan Artikel.

    Karena dengan menggunakan data sekunder mempunyai kelebihan waktu dan biaya yang dibutuhkan oleh penulis untuk mengklasifikasi permasalahan dan mengevaluasi data, relatif lebih sedikit.

    Tentu juga ada Kekurangan dari pencarian data secara sekunder karena dimungkinkan sumber data terjadi kesalahan, kadaluwarsa atau sudah tidak relevan dapat mempengaruhi hasil penelitian.




    Merealisasi Ide Gagasan
    Menggali, Melestarikan dan Mengembangkan
    Seni-Budaya-Legenda-Sejarah
    Malang - khususnya Ibukota Kepanjen
     
    Proses Menggali 
    Penulis tidak terlalu muluk-muluk dalam berangan-angan, hanya diawali dengan hobby trafeling yang diniatkan untuk silaturrohmi ke orang-orang tua dan orang yang peduli seni-budaya., dari hasil pembicaraan ini oleh penulis didokumentasi dengan catatan kertas, foto, dipinjami dan diberi foto-foto tempo dulu tentang Kepanjen Malang.


    Proses Melestarikan
    Dengan pengamatan dan renungan akhirnya kami menemukan ide-ide, karya seni dan karya tulis berupa :
    1. Mengkoleksi foto-foto tempo khusus Kepanjen (2.130 foto)
        - mengadakan pameran foto tempo dulu
          (klik dokumen kepanjen)


    2. Membuat catatan dan arsip data foto sejarah yang akhirnya 
        menjadi koleksi pribadi diwujudkan dalam 
        Musium Foto, Dokumen Kepanjen DHARMA WIYATA

    3. Melakukan obrolan bersama masyarakat di warung kopi, untuk mencari 
        atau soiali data cerita rakyat

    Proses Mengembangkan
    1. Membuat buku legenda sejarah Malang
    2. Menemukan sejarah peradapan awal Kepanjen (bisa menjadi ikon baru)
    3. Membuat  i d e - i d e   k a r y a   s e n i   (batik dan ukir)
    4. Siap bekerja sama dengan semua pihak, 
      Dengan kerendahan hati saya mohon saran kritikan yang membangun, juga restu dan doa kepada para pembaca, agar kita selalu diberi kemudahan dan kelancaraan oleh Allah SWT. amin.....



      ARTIKEL POPULER

      KELUARGA DALEM DHARMOREDJO

      KELUARGA DALEM DHARMOREDJO
      PILIH JUDUL DIBAWAH INI :