edisi kusus

edisi kusus
Klik gambar... untuk melihat cerita, silsilah, foto keluarga Darmoredjo

Pondok Ketapang Malang

Kamis, 14 Januari 2010

Sejarah Berdirinya Pondok Besar 
Ketapang - Malang Selatan
oleh : Agung Cahyo Wibowo



Pengantar Cerita

Pada saat kekalahan Pangeran Diponegoro, banyak pelarian yang datang dan menetap di Malang. Salah satunya Mbah Muhamad, yang tinggal di sekitar "Kasin Polisi" dan terkenal mempunyai kharomah kesaktian dan ilmu kanuragan.Pada saat itu pondok Kasin ini merupakan pondok pesantren yang cukup banyak santrinya.

Kyai Muhamad inilah yang banyak mempengaruhi perkembangan islam, budaya di Malang dan pendorong utama dalam perlawan kompeni Belanda waktu itu.

Pengasuh pondok Pesantren Karangsono, Kebonagung Malang bernama Kyai Khasan Syarib, Mempunyai mantu bernama Kyai Mukti, punya murid kyai Said (turunan dari Eropa), yang merupakan seorang mualaf. Pondok ini pernah menjadi pusat perlawanan rakyat Malang Selatan dalam  melawan Kompeni. Juga ada cerita bahwa puluhan bahkan ratusan tentara Kompeni dikalahkan oleh 9 Jawara hanya dengan senjata keris dan pedang. Tetapi pada akhirnya mereka lemas kelelahan dan meninggal. (cerita sejarah ini tidak banyak yang mengetaui)


Nara sumber : 
Nama          : Ustad Muktar, 
Alamat        : Penarukan  : Kepanjen, 
hubungan   : murid Kyai Said Ketapang mulai kecil


Cerita tentang kyai Said denagn Ir. Sukarno

Pertama :
Kyai said adalah santri yang taat pada guru dan mempunyai kelebihan pandai berbahasa asing, dan pernah bersama-sama dengan Ir. sukarno ke Soviet selama 2 bulan dengan 13 Kyai lainnya.

Presiden Soekarno, Rusia dan para pemimpin Kremlin. Banyak sumber yang mengatakan, Soekarno lah yang menemukan makam perawi hadis terkenal Imam Bukhari.

Ceritanya, sekitar tahun 1961, pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev mengundang Soekarno datang ke Moskow. Nikita ingin memperlihatkan pada Amerika Serikat kalau Indonesia berada di belakang Blok Timur. Saat itu dunia memang sedang memanas antara persaingan negara Blok Barat, AS dan sekutunya, melawan Uni Soviet.

Soekarno menghadapi dilema. Dia tidak ingin menunjukkan kalau Indonesia bisa diatur Soviet. Maka Soekarno membuat strategi.

"Tuan Khrushchev, saya bersedia datang ke Moscow. Tapi ada syaratnya, temukan makam Imam Bukhari, perawi hadis terkenal. Dia dimakamkan di Samarkand, Uzbekistan," ujar Soekarno.

Tentu saja Khrushchev yang komunis tulen bingung. Siapa Imam Bukhari? Pikirnya. Khrushchev pun meminta Soekarno mengganti syaratnya, tapi Soekarno menolak.

Maka pemerintah komunis Uni Soviet mati-matian mencari makam ulama besar Islam ini. Bukan perkara mudah, Khrushchev pun hampir menyerah. Dia lagi-lagi menawar syarat dari Soekarno. Tapi Soekarno bersikeras Soviet harus menemukan makam Imam Bukhari.

Akhirnya, mereka berhasil menemukan lokasi makam Imam Bukhari. Saat itu kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak terawat untuk ukuran seorang ulama besar. Khrushchev pun dengan gembira menyampaikan hal itu pada Soekarno. Tak lupa, pihak Soviet merenovasi makam itu sedikit agar tak berantakan.

Maka akhirnya Soekarno mengunjungi Moskow. Tak lupa dia berziarah ke tempat Imam yang sangat dikaguminya ini di Samarkand.

Saat itu pihak Barat pun menilai kunjungan Soekarno ke Moskow tak c
uma untuk urusan politik, melainkan ziarah. Ini juga menunjukkan Indonesia tak bisa diatur.

Sumber Informasi :
Merdeka.com
judul :Kisah Presiden Soekarno paksa Rusia cari makam Imam Bukhori

Kedua  :
KH. Moh. Said adalah salah satu ulama pendiri NU. Pernah diberi tugas oleh Hadhratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari untuk mengibarkan bendera NU ke penjuru dunia karena beliau termasuk orang yang mahir berbahasa Inggris, Russia, Jerman dan Belanda. Bersama Syaikh Ghanaim dan KH. A. Wahab Hasbullah, beliau berkelana ke luar negeri mengabarkan NU ke dunia internasional. Beliau mengantarkan surat berdirinya NU ke penjuru dunia Eropa.

Sumber Informasi :
Pustakamubin.blogspot.com
judul : KH. Moh. Said Ketapang, Mahir berbahasa asing



Biografi :KH. Moh. Said
 

KH. Moh. Said adalah pendiri Pondok Ketapang Kepanjen dan pondok Ketapang termasuk pondok Terbesar di Kepanjen Malang, yang telah meluluskan banyak santri dan murid dan banyak yang menjadi tokoh masyarakat, kyai lokal sampai dengan kyai Nasional termasuk Hasim Mujadi (mantan Wakil Presiden RI, jaman Presiden Megawati).
KH. Moh. Said lahir di Jl. Tongan Kodya Malang pada tahun 1901 dari pasangan H. Moh. Anwar dan Ny. Lis.


Pada masa penjajahan Belanda, Kyai Said termasuk beruntung. Karena pada usia 10 tahun, beliau dapat mengenyam pendidikan dan berhasil menamatkan pendidikan NIS tahun 1911. 5 tahun kemudian, tahun 1916, menamatkan ELS. Setamat dari ELS beliau bekerja menjadi Komis Pos di Jember selama 9 tahun, 1916-1925.

Secara khusus, awalnya Kyai Said hanya nyantri di beberapa kyai di Malang, seperti ngaji pada Kyai Mukti Kasin, dan beberapa kyai lainnya. Selain itu, juga pernah nyantri ke Canga’an Bangil. Kemudian nyantri ke Pondok Pesantren Salafiyah Siwalan Panji Sidoarjo pada tahun 1926-1931.


KH. Moh. Said pindah di Kabupaten Malang sejak tahun 1927. Sedangkan Pondok Pesantren PPAI Desa Sukoraharjo Dusun Ketapang Kepanjen Malang berdiri pada tanggal 28 Oktober 1948 oleh KH. Moh. Said. Pondok ini merupakan pemindahan pondok pesantren dari daerah Karangsari Bantur, Kabupaten Malang, yang juga didirikan oleh beliau pada tahun 1931.

Selanjutnya beliau mendirikan dan mengasuh Pondok Pesantren di Sonotengah, Pakisaji, Kabupaten Malang selama 16 tahun, 1931-1947. Tahun 1948 beliau mendirikan pesantren pindahan dari Sonotengah, di daerah Karangsari Bantur guna menyelamatkan santrinya dari penjajahan Belanda. Beliau berjuang mengusir penjajah Belanda serta menjadi penggerak tentara Hizbullah dari tahun 1945-1948.

Sebagaimana umumnya pesantren NU, pondok beliau juga bersistem pengajaran klasikal (Salafiyah). Unit pendidikan yang tersedia meliputi Sekolah Diniyah Putra-Putri Ibtida’iyah, Tsanawiyah dan Aliyah.