Terdapat beberapa peristiwa kunci yang dijalin dalam narasi legenda atau sejarah yang menjadi fondasi kejayaan Kerajaan Singosari (Tumapel). Runtutan ini sering kali mencampurkan fakta politik dengan unsur mitis untuk memperkuat legitimasi Wangsa Rajasa:
a. Kemenangan Jayabaya dan Prasasti Hantang
Pembagian Kerajaan dan Munculnya Kediri
- Kerajaan Jenggala (berpusat di Kahuripan/Sidoarjo).
- Kerajaan Panjalu atau Kediri (berpusat di Daha).
c. Perpindahan
Pusat Kekuasaan ke Jawa Timur
Pembagian Kerajaan:
Jenggala dan Panjalu (Kediri)
Status Tumapel dalam
Geopolitik
d. Runtuhnya Kediri dan Lahirnya Singasari (1220–1222
M)
Aliansi Politik dengan Kaum Brahmana
Pembangunan Pusat Pemerintahan: Kutaraja
Kerajaan Kediri (Kadhiri), dipimpin oleh Bhatara Parameswara (yang diidentifikasi sebagai putra Ken Arok lainnya), di Ibukota Daha, dengan status menjadi kerajaan bawahan atau bagian dari federasi keluarga besar Wangsa Rajasa.
Prasasti ini mengubah banyak persepsi sejarah lama karena beberapa alasan penting, Hubungan Antar Tokoh didalam Pararaton, Anusapati dikisahkan membunuh Ken Arok karena dendam, Prasasti Mula Malurung lebih menonjolkan sisi formalitas suksesi dan hubungan kekeluargaan di mana wilayah-wilayah strategis diberikan kepada anggota keluarga kerajaan.
Penyatuan Kembali pada masa-masa berikutnya (terutama masa Wisnuwardhana), dilakukan upaya penyatuan kembali yang lebih solid hingga mencapai puncaknya di era Kertanegara.(saat masih menjadi raja muda/yuvaraja) untuk meresmikan penganugerahan desa kepada pranaraja. Ini adalah dokumen administratif paling otentik untuk membedah silsilah awal Singasari.
2. Wilayah Penyangga dan Ekonomi
Dusun Agung (Kebonagung & Wagir): Terletak di timur Gunung Kawi, wilayah ini digambarkan sebagai daerah yang sangat makmur dengan hasil alam melimpah. Kepadatan penduduknya mencerminkan statusnya sebagai pusat logistik dan kementrian.
Kebonagung: Diduga kuat merupakan situs bekas Taman Kaputren di dalam lingkungan puri kerajaan, melihat struktur tanah dan peninggalan artefaknya.
3. Struktur Pemerintahan dan Pertahanan
Tumapel / Kutaraja (Kutorejo): Merupakan pusat pemerintahan (Central Government) sebelum nama Singasari populer digunakan.
Catatan Penulis :
Ketersediaan Air: Jika kita perhatikan, hampir semua daerah yang Anda sebutkan (Wendit, Polowijen, Kebalen) memiliki sumber mata air atau berada di aliran sungai besar. Ini membuktikan bahwa peradaban Tumapel sangat bergantung pada Sistem Irigasi Brantas.
Gua Buatan di Kebalen : Temuan gua-gua di tebing sungai Brantas (Kuto Bedah) sering dikaitkan dengan tradisi pertapaan kaum Rishi di masa Singasari.
Meskipun peninggalan arkeologi di bekas wilayah Kerajaan Tumapel sangat melimpah, upaya pelestariannya masih menghadapi kendala serius. Penulis mencermati bahwa tantangan utama terletak pada keterbatasan tenaga ahli dan aparatur pemerintah yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga dedikasi serta minat mendalami terhadap sejarah dan dibutuhkan sinergi sumber daya manusia yang mumpuni untuk menggali, meneliti, dan menjaga kekayaan sejarah-budaya daerah Malang agar tidak hilang ditelan zaman.
