edisi kusus

edisi kusus
Klik gambar... untuk melihat cerita, silsilah, foto keluarga Darmoredjo

Sastrawati Asli Kabupaten Malang

Jumat, 12 Februari 2010

Menemukan Berlian di Tumpukan Jerami


Ketika Penulis mendatangi rumah yang tampak sederhana, tenang dan tertata rapi, terlihat di sudut teras rumah terpampang beberapa koleksi foto kegiatan diwaktu usia mudanya berupa foto bersama, dalam kegiatan sosial atau kegiatan seminar yang semua itu tampak masih terawat.

Setelah dipersilahkan masuk, saya melihat beberapa lukisan pemandangan, dan Lukisan Besar yang bergambar seorang suami istri dan di atas pintu menuju ruang tengah tampak foto seorang priyayi sepuh jaman dahulu yang memakai blangkon dan jarit. konon kabarnya itu mbah buyutnya dari jaman mataram, akhirnya dipersilahkan duduk dan saya mulailah mengeluarkan bolpoin dan kertas untuk mewawancarai.

Sementara beliau masuk ke dalam untuk membuat minuman, diatas meja ada beberapa buku-buku tebal tergeletak , ada sebuah catatan data pribadi, saya mencoba membaca ternyata disitu tertulis prestasi-prestasi mbah Brintik, antara lain :
1. Mendapatkan Bintang Budaya dan Piagam Penghargaan dari Pusat Lembaga Kebudayaan Jawa Surakarta
2. Mendapatkan Piagam Penghargaan sebagai penulis cerita rakyat juara II (juara I tidak ada) tingkat Nasional di Wanita Taman Siswa Yogyakarta,
3. Mendapat Tali Asih dari bapak Gubernur Jatim sebagai Sastrawati Jatim.
4. Macam-macam piagam penghargaan dalam kegiatan antara lain: Kongres, Sarasehan, Seminar dll.

Kegiatan Keorganisasian.
1. Ketua wanita Taman Siswa, juga termasuk pendiri
2. Wakil Ketua Kerta Werdha Tama (PWRI) Kepanjen
3. Wakil Ketua Paguyuban Pelestari Basa Jawa Kabupaten Malang
4. Pembina Bahasa Budaya Jawa, dalam lingkup wanita Jawa Timur
5. Pembina Kader Posyandu Kepanjen

Sambil menyerahkan minuman kopi lalu meletakkan baki lalu duduk di kursi yang tepat didepan saya, setelah berbicara basa-basi maka wawancara saya lakukan, diawali dengan perkenalkan diri beliaunya :

Nama : Nyi Karmiasih Soemardi Sastro Utomo
Nama panggilan : Mbah Brintik
Tempat /tgl lahir : Malang, 30 Juli 1931
Agama : Islam
Pendidikan : SGB (Sekolah Guru)
Pekerjaan : Pensiunan
Alamat : Jln. Penarukan 117 Kepanjen-Malang
Profesi : Pengarang / Sastrawati / Seniwati-Budaya

Mbah setelah pensiun kegiatan apa..?

Mbah Brintik : “Kegiatan sehari-hari saya ya tetap sebagai ibu rumah tangga, sambil melakukan kegiatan pertemuan organisasi, undangan seminar tentang basa jawa, juga Menangani segala acara tradisi Jawa seperti temu manten, siraman, tingkepan, tedhok asli, boyong, panggul nikah dan sebagainya”.

Mbah kalau karya tulisnya sudah dikirim kemana saja..?

Mbah Brintik : “Karya tulis saya hampir mencapai kurang lebih 400 naskah antara lain: cerpen, cerbung, cerita sosial, cerita budaya, sudah dimuat di “Penyebar Semangat”, “Joyo Boyo”, “tabloid Humas Kanjuruhan”, “Malang Post”, “Mbangun Tuwuh”, “Pujangga Anom”, dan lain-lain”.


Dari pembicaraan sebentar tadi saya sangat terkesan bahwa beliaunya adalah seorang yang giat bekerja dan berkarya walaupun usianya sudah 80 tahunan. Lagu-lagu jawa karyanya dilantunan di dalam karawitan berisi nasehat kepada generasi muda, penguasa agar selalu mengisi kemerdekaan dengan jujur dan adil.

Cerita mbah Brintik bahwa buku-buku lamanya telah dirampas oleh penjajah Belanda, saat itu rumahnya masih di jln. Panji Kepanjen. Kisah di rumah itu pernah masuk beberapa pejuang Indonesia yang dikejar Belanda, Mbah Brintik menyuruh pejuang itu untuk bersembunyi di kolong tempat tidur bambu yang terletak didapur, agar penjajah Belanda tidak tahu maka tempat tidur itu diberi kotoran ayam. Akhirnya penjajah Belanda tidak menemukannya.

Mbah Brintik bercerita dengan semangat sambil tersenyum he.. he.. he..

Anda ingin membaca karya mbah brintik....
(mesteri, roman, sosial)
klik di sini