edisi kusus

edisi kusus
Klik gambar... untuk melihat cerita, silsilah, foto keluarga Darmoredjo

Makam Keluarga

Senin, 30 November 2009

Penulis mencoba untuk mengidentitas nama-nama keluarga yang dimakamkan di Makam Umum Kepanjen Barat, blok "Makam Keluarga" barat tepatnya di Jl. Punten Kepanjen Malang dan mbah canggah Singo adalah orang yang dimakamkan pertama kali.
Sedangkan untuk keluarga besar kita juga ada yang dimakamkan di  makamkan di Makam Umum KepanjenTimur penulis belum sempat mengidentitasnya.

Penulis telah mendokumentasikan kegiatan pertemuan keluarga besar Darmoredjo pada tanggal 24 Agustus 2014 di rumah asli Punden tepatnya di Jl Anjasmoro 19 Kepanjen. Pada awal acara bersama-sama menuju ke Makam keluarga di jl. Punten Kepanjen, untuk mengadakan kirim do'a dilanjutkan tabur bunga, sekalian mengidentitas makam-keluarga. sehingga bisa disusun  catatan dibawah ini.
 

Denah Letak Makam
Keluarga Besar Darmoredjo
di Jl. Punten Kepanjen


-->
-->
Letak Makam sebelah Utara
NO
SELATAN
Ket.
TENGAH
Ket.
UTARA
Ket.
1.
Ibu Ponimah
Anak Rukmini
Ibu Nangsih
Anak  Arbining
2.
Dalil Marto Utomo
Anak Katri/dalil
Mbah Canggah Singo
Mertua Darmoredjo
3.
Buyut Gudang
Bukan keluarga
Ibu Tutik
Anak 
Mbah Pranti
4.
Mbak Rustina
Ibu Rupiah
Mbah Buyut Kakung Darmoredjo
Asal Demak
5.
Mas Ariyono
Ibu Rupiah
Embah Darmowiyoto
Putera Darmoredjo
6.
Bapak Ramini
Bukan keluarga
Mbah Buyut Putri Darmosati
Asal Kepanjen
7.
Ibu Ngatipah
Anak
Mbah Katri
Mbah Manuredjo
Suami Katri/dalil
8.
Bapak Buari Miardjo
Suami Ngatipah
Ibu Adi
Anak Ibu Sundari
9.
David Prismanto
Anak Ibu Harsasi
Ibu Ramini
Bukan keluarga
Ibu Menik
Anak Ibu Katri
10.
Bpk H. Sumardiatmodjo
Suami ibu Sundanik
Mbah Atmodiardjo
Suami Mbah
Arbining
Eko Ajar Priyanto
Anak Sundanik
11.
Ibu Sundanik
Anak Mbah Rukmini
Bapak Salam
Anak mbah Trami
Mbah Katri/ Dalil
Oran tua Rupiah
12.
Bapak H. Presman
Suami Ibu Harsasi
......................
Anak
Mbah Nari
Ibu Dharmi
Anak Rupiah
13.
Ibu Sri Harsasi
Anak  Mbah Rukmini
.....................
Anak
Mbah Nari
Nanang
Cucu Matasim
14.
Mbah Saleh martoutomo
Suami mbah Rukmini
Ibu Suliyanti
Kel. Ibu Menik
15.
Bapak Jamil Supardi
Anak mbah
Rukmini
Ibu Mukti
Anak
Mbah Trami
16.
Mbah Rukmini
Anak Buyut Darmoredjo
Bapak Wajib
Anak Mbah Trami
17.
Mbah Arbining
Anak Buyut Darmoredjo
Ibu Menik
Anak
Mbah Pranti
18.
Ibu Suliati
Anak
Rukmini
Bapak Darmo
Suami Ibu Rupiah
19.
Mbak Wiwin Wuri H..
Anak Jamil Supardi
Bapak Matasim
Anak
Mbah Katri
20.
Mbak Wiwik Sulistyorini
Anak Jamil Supardi
Ibu Rupiah
Anak Mbah Katri
21.
Bapak R. Mudjiono
Suami Ibu Sustina
Ibu Warsini
Anak Mbah Arbining
22.
23.
24.
                                                                                                                                                                                            
Letak Makam sebelah Selatan

NO
SELATAN
Ket.
UTARA
Ket.
1.   
Kiko Harditanto
Anak ibu Sukesi
Bapak Mukadi
Suami ibu Sunarti
2.   
Bobby Cahyo W
Anak Bapak Soedarsono
Bapak Kosmono
Anak Mbah Kasturi
3.   
Dani Kusmanto
Anak Bapak Kusbandi
Ibu Soenarmi
Anak Mbah Kasturi
4.   
Saiful
Putra mantu ibu Supilah
Kuspito Notomihardjo
Anak Mbah Kasturi
5.   


Bapak Kusbandi NM.
Anak Mbah Kasturi
6.   


Soedarsono Prawirodihardjo
Anak Mbah Kasturi
7.   





8.   





9.   





10.             





11.             





 

Dasar Anjuran Kirim Do'a kepada Orang Meninggal Dunia

1. Hukum Ziarah Kubur

  • Disunahkan untuk lelaki. Berziarah kubur disunatkan bagi laki-laki, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim dan Ash-Habus-Sunan dari Abdullah bin Buraidah yang diterimanya dari bapaknya, bahwa Nabi saw. berabda :
" إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُم اْلآخِرَةَ  
Dahulu saya melarang menziarahi kubur, sekarang berziarahlah kepadanya, karena demikian itu akan mengingatkanmu akan hari akhirat!" 
  • Alasan larangan pada permulaannya. Larangan pada permulaan itu, ialah karena masih dekatnya masa mereka dengan zaman Jahiliyyah, dan dalam suasana di mana meeka masih belum dapat menjauhi sepenuhnya ucapan-ucapan kotor dan keji. Maka tatkala mereka telah menganut Islam dan merasa tenteramnya dengannya serta mengetahui aturan-aturannya, diizinkanlah mereka oleh Syara' buat menziarahinya. Dari Abu Hurairah r.a.: "Bahwa Nabi saw. pergi menziarahi makam ibunya. Ia menangis, orang-orang sekeliling pun menangis pula karenaya. Maka sabda Nabi saw.:'Saya mohon kepada Tuhanku untuk memohonkan ampun bagi ibuku, tetapi tidak diizinkannya. Oleh sebab itu saya minta izin untuk menziarahi makamnya, maka diizinkan-Nya. Karena itu berziarahlah kamu ke kubur, karena itu akan mengingatkanmu kepada maut!" (H.R. Ahmad dan Muslim, juga Ash-Habus-Sunan kecuali Turmudzi). 

2. Adab/Tata Cara Ziarah Kubur

Jika seseorang yang berziarah telah sampai ke kubur hendaklah ia menghadap ke arah muka mayat dan memberi salam serta mendo'akannya.
  1. Dari Buraidah, katanya: "Nabi saw. telah mengajarkan kepada para sahabat seandainya mereka pergi menziarahi kubur supaya ada yang mengucapkan

 ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺃَﻫْﻞَﺍﻟﺪِّﻳَﺎﺭِﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَﻭِﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻭِﺇِﻧَّﺎﺇِﻥْﺷَﺎﺀَﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻜُﻢْ ﻻَﺣِﻘُﻮْﻥَ. ﻧَﺴْﺄَﻝُ ﺍﻟﻠﻪِﻟَﻨَﺎ ﻭَﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟﻌَﺎﻓِﻴَﺔَ  
Assalamu'alaikum, hai penduduk kubur dari golongan yang beriman dan beragama Islam! Dan kami insyaallah juga akan menyusul di belakang Dan kami mohon kepada Allah agar kami begitupun kamu dilimpahi keselamatan oleh Allah.'" (H.R. Ahmad, Muslim dan lain-lain.) .
  1. Dari Ibnu Abbas r.a., bahwa Nabi saw. lewat di pekuburan Madinah, maka dihadapkannya mukanya ke sana serta sabdanya: "Salam atasmu wahai penghuni kubur, dan semoga Allah memberi keampunan bagi kami dan bagi kamu! kamu adalah perintis bagi kami, dan kami menjadi pengikut yang menuruti jejakmu!" (H.R. Turmudzi).
  2. Dari 'Aisyah r.a. katanya: "Bahwa nabi saw. setiap malam ia menggiliri 'Aisyah, biasa di waktu dini hari pergi ke Baqi' dan mengucapkan 'Salam atasmu wahai perkampungan orang-orang mukmin, dan nanti pada waktu yang telah ditentukan kamu akan menemui apa yang dijanjikan! Dan insyaallah kami akan menyusulmu di belakang. Ya Allah, berilah keampunan bagi penduduk Baqi' yang berbahagia ini!'!" (H.R.Muslim). 
  3. Dan juga diriwayatkan daripadanya, bahwa ia bertanya kepada Rasulullah saw. apa yang harus diucapkannya kepada mereka: Ucapkanlah   

 :السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ (وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِيْنَ) وَإِنَّا إِنْشَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ  
Salam atasmu wahai penduduk kampung, dari golongan mukminin dan Muslimat! Dan semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita bersama. baik yang telah mendahului maupun terbelakang, dan Insya allah kami akan menyusul kemudian. Kami insya Allah akan bergabung bersama kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.” (HR. Muslim no. 975).

3. Larangan Saat Ziarah Di Kuburan

  1. Duduk di atas kuburan dan menginjaknya. Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam :"Janganlah kalian shalat (memohon) kepada kuburan, dan ja-nganlah kalian duduk di atasnya." (HR. Muslim). 
  2. Thawwaf sekeliling kuburan dengan niat untuk ber-taqarrub (ibadah). Karena thawaf hanyalah dilakukan di sekeliling Ka’bah. Allah berfirman, "Dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah, Ka’bah)." (AI-Hajj: 29).
  3. Meminta pertolongan kepada mayit, meskipun dia seorang nabi atau wali, sebab itu termasuk syirik besar. Allah berfirman, "Dan janganlah kamu menyembah apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim." (Yunus: l06). Zhalim dalam ayat ini berarti musyrik.