edisi kusus

edisi kusus
Klik gambar... untuk melihat cerita, silsilah, foto keluarga Darmoredjo

Ditemukan Candi baru

Selasa, 25 Oktober 2016

APAKAH BETUL 
candi Penarukan masih utuh
(oleh : Agung Cahyo Wibowo)


Penulis dalam kegiatan penggalian data tentang bukti sejarah ibu kota Kabupaten Malang di Kepanjen, yang sudah berlangsung hampir 10 tahun, baru saat ini mendapatkan informasi tentang :

 Peninggalan Candi masa Hindu - Budha di desa Penarukan-Kepanjen, yang sudah pernah digali dan sekarang keberadaannya tertimbun tanah”.

Untuk lebih memastikan kebenaran candi, penulis telah melakukan konfirmasi kepada beberapa masyarakat sekitar dan perangkat desa setempat ternyata hasilnya belum banyak yang mengetahui.

Pada akhirnya pernyataan tentang kebenaran "keberadaan candi" bisa penulis dapatkan dari 3 orang penduduk asli Penarukan-Kepanjen, (2 orang sesepuh desa dan 1 orang berdekatan  dengan lokasi candi), dari keterangan saksi mata atau saksi hidup telah mengatakan dengan sungguh-sunguh,  "Ya.... saya melihat sendiri".

Perkiraan candi tersebut berada didesa Penarukan wilayah kecamatan Kepanjen, yang letaknya disebelah timur kota kepanjen berdekatan dengan sungai Brantas, dusun  Bedali timur dekat dengan danau Bureng, sumber urung-urung..

Penulis mencoba menginformasikan data-data yang bisa dianggap mendukung tentang keberadaan candi tersebut antara lain :
1.    “Penggalian candi ini sudah pernah dilakukan oleh segelintir orang pada tahun 1960-an, tetapi tidak pernah diperhatikan oleh pihak yang berwenang, akhirnya galian candi tersebut ditimbun kembali dengan tanah liat, hanya arca yang sengaja diambil berbentuk seperti joko dolog (patung gundul) dan dijual ke warga Cina bernama Ji-Zeng yang tinggal di kota Kepanjen (sekarang sudah meninggal)”, kata Mbah Hari yang sudah berusia lebih 70 tahun. Pada saat itu Mbah Hari yang masih kecil sempat melihat adanya penggalian candi.
2.   “Penggalian candi ini sudah pernah dilakukan sebelum belum ada peristiwa PKI yang akhirnya ditimbun tanah kembali, tentang batu-batu yang digali, saya melihat berupa batu besar, yang sebagian berserakan dan sebagian dikembalikan lagi, kemungkinan kalau dicari masih ada, tentang patung dia melihat setinggi 80 cm dan dijual ke orang cina”, kata Mbah Ri yang sekarang berusia lebih 80 dari tahunan.
3.    “Pernah ditemukan batu-batuan didalam Gua, berbentu tempat duduk dan berbentuk meja, yang akhirnya ditutup lagi”, cerita mbah Ri yang pernah masuk kedalam gua. Gua urung-urung kalau dilihat dari cerita dan artinya bisa dijelaskan tentang kegunaan gua tersebut yaitu untuk melarikan diri dari kecaran musuh.
4.    “Disekitar candi dengan radius 1 km, pernah ditemukan satu peti mas dan permata oleh penduduk sekitar. Oleh penemu tadi dijual kepasar besar Kepanjen, dan kemudian dibeli oleh orang Kepanjen, pembelinya sempat menjadi orang terkaya di Kepanjen sampai mampu memiliki Gedung Biskop, peristiwa ini diperkirakan tahun 1970 an”, Cerita bapak Sumardi (Alm).
5.    Cerita Mbah Hari dan Mbah Ri, “bahwa pernah dutemukan satu peti mas, setelah terjual beberapa saat sipenjual meninggal dan keturunannya menjadi gila.  Dipekarangan rumah penduduk sekitar pernah menemukan tembikar, alat-alat masak jaman dulu.

6.  Penulis juga melakukan peninjauan kelokasi untuk menafsirkan keterangan dari narasumber dan mendapat kesimpulan, bahwa daerah tersebut adalah perkampungan tua, bisa terlihat beberapa bangunan rumah lama.

Kalau peninggalan candi itu benar, hal ini adalah aset besar milik negara khususnya Kabupaten Malang, artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah,  ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.



Beranikah kita menggali...?
Diperkirakan fisik Candi masih dalam kondisi utuh, kecuali sebuah patung yang telah dibawah oleh kolektor benda antik (Alm. Ji seng). 

Jika kita mencoba menggali akan ditemukan situs-situs baru dan benda-benda purbakala lainnya yang mungkin terpendam juga. 

Penggalian tentang misteri yang terpendam tentang peradapan di Kepanjen Malang akan semakin bergairah dan semakin menemukan petunjuk baru tentang fakta sejarah peradapan. 


tentunya dengan berani pemerintah setempat menggali candi tersebut maka situs tersebut terselamatkan dari ancaman penjarahan, akhirnya bisa sebagai sumbangsih yang tak ternilai harganya bagi dunia pendidikan sejarah.

    Penemuan candi apakah...?

    Apakah benar candi tersebut disebut Candi Kagenengan :

    Penemuan tentang candi baru tersebut diatas, penulis mempunyai suatu nara sumber dari sesepuh mantan pegawai keluarahan Penarukan yang perlu dipertimbangkan secara kelogisannya, dengan mengetahui asal-usul sejarah nama tempat candi tersebut, sehingga bisa Arti Kagenengan :  
    Kagenengan (bahasa Jawa) senonimnya adalah genangan air (bhs Indonesia), 
    Arti Genangan air menurut kamus bhs Indonesia adalah
    1. Untuk membuat kotor atau berlumpur; mencemari dengan kotoran; untuk mencampur kotoran dengan (air).
    2. Untuk membuat padat atau dekat, seperti tanah liat atau lempung, dengan bekerja saat basah, sehingga membuat tahan terhadap air.
    3. Untuk membuat tahan terhadap cairan dengan cara genangan. 
    Perubahan nama tempat Candi dan berdasarkan makna jawa kata genengan, kalau dilihat dari arti adalah suatu candi yang berada disuatu tempat yang sekitarnya ada suatu genangan air.  Letak posisi candi :
    Utara     : Ada sumber air Urung-urungyang airnya jernih sekali
    Timur     : Sungai Brantas
    Selatan  Sungai kedung, aliran anak sungai yang melewati tanah ledok menuju Barantas .
    Barat     : Tanah Ledok (tanah curam)

    Sekilas informasi tentang daerah Ledo, karena tanahnya dibanding dengan tempat rendah (jurang), maka disebut ledok.  Perkembangan daerah setelah ramai dinamakan  Kampung Pendem karena ada peistiwa yang terjadi berupa banjir besar di sungai Brantas yang sampai masuk didaerah ledok. Karena tanah daerah itu subur dikenal dengan daerah pertanian disebt  Ketanen (Tanen)
     Sumber : Hery Wahyudi, karya tulis kesaksian, yang berjudul  :
    1. Kitab Negara Kertagama
    tentang nama KAGENENGAN

    Pupuh XL
    2.   Daerah luas sebelah timur gunung Kawi terkenal subur makmur, Di situlah tempat putera sang Girinata menunaikan darmanya, Menggirangkan budiman, menyirnakan penjahat, meneguhkan negara, Ibu negara bernama Kutaraja, penduduknya sangat terganggu.
    5.   Makin bertambah besar kuasa dan megah putera sang Girinata, Terjamin keselamatan pulau Jawa selama menyembah kakinya, Tahun Saka muka lautan Rudra (1149) beliau kembali ke Siwa pada, Dicandikan di Kagenengan bagai Siwa, di Usana bagai Buda.

    Pupuh XXXVI
    1.  Pada subakala Baginda berangkat ke selatan menuju Kagenengan, Akan berbakti kepada makam batara bersama segala pengiringnya, Harta, perlengkapan, makanan, dan bunga mengikuti jalannya kendaraan, Didahului kibaran bendera, disambut sorak-sorai dari penonton.



    Dari Keterangan kitab Pararaton (Pupuh dan ayat dilampirkkan dibawah) sudah jelas bahwa letak candi Kagenengan bukan di Kotaraja Singasari,  tetapi  berada di timur Gunung Kawi dan sebelah selatan Kotaraja Singasari.


    Upaya Penyelamatan Aset Candi

    Penulis mencoba mempertegas dari keterangan para saksi mata tentang keberadaan Candi adalah sebagai berikut 99% candi itu ada + 1% milik Allah SWT" dan "layak dilakukan penggalian lagi".

    Dengan tidak adanya masyarakat setempat yang mengetahui keberadaan dari candi tersebut, tentu ada segi positif dan negatif antara lain :
    Positifnya   : Benda dan keberadaan Candi tidak terusik oleh penjarah dan kolektor.
    Negatifnya :  Penulis akan mengalami kesulitan untuk meyakinkan kepihak berwenang
                           sebab tidak akan percaya laporan yg berupa saksi hidup saja. 
                           biasanya petugas teknik mintanya barang bukti tdk mau lisan
                           Adanya bangunan diatas tanah candi

    Untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan, penulis telah mengirim surat ke Kepala Dinas Pariwisata sebagai orang yang bertanggung jawab, tetapi diberi saran untuk melakukan audensi dengan bapak Bupati Malang. Akhirnya kami selaku ketua paguyuban pekerja seni dan budaya Kepanjen mengirim surat ke Bupati Malang pada tanggal, 14-09-2016, perihal : mohon audensi tentang penemuan candi, diterima surat kami dengan nomer agenda : 10751, Pada pertengahan bulan Desember 2016 penulis cek sudah diterima oleh tim teknis yang hasilnya disuruh menunggu dan sampai hari ini tidak ada kabar telpon apalagi surat balasan.
        .
    Dasar Hukum 
    Demi untuk melestarikan cagar budaya, Pemerintah Daerah bertanggung jawab dalam pengaturan pelindungan, pengembangan dan pemanfaatan cagar budaya.

    bahwa cagar budaya yang berupa benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan perlu dikelola dengan meningkatkan peran serta masyarakat untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan cagar budaya, sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Cagar Budaya.

    Tentang perkembangan sejarah Nusantara mulai jaman prasejara sampai dengan jaman kemerdekaan, dilanjutkan jaman orde lama, dilanjutkan jaman orde baru dan jaman reformasi sekarang ini, beberapa pengamat budayawan dan sejarahwan berpendapat, bahwa semakin bertambah tahun semakin sedikit dan berkurang berkembang materi sejarahnya. 

    Sebenarnya apa yang terjadi pada masyarakat kita saat ini…?
    Apakah kita tidak perlu lagi belajar dari sejarah masa lalu…?

    Dari Jawaban diatas kita sepakat bahwa sejarah itu penting, karena sejarah  bisa memperkuat bahan individu, bahan daerah, bahan suku dan bahan bangsa untuk mengetahui Jati Dirinya, sebelum mengenal budaya bangsa lain.  Maka sejarah kehidupan bisa menjadi subjek (mempelajari) pentingnya dari ilmu sejarah, juga kita manusia menjadi objek dari ilmu sejarah (dipelajari).

    Kepanjen ibu kota Kabupaten Malang adalah daerah yang masih sedikit diketahui tentang sejarah daerah, Bila dikaji dari asal nama "Kepanjian" ini menunjukan suatu daerah yang banyak dikunjungi orang dari berbagai tempat yang tentunya untuk melakukan suatu hal yang penting bagi orang yang datang juga pemerintahan saat itu. Dari keterangan diatas bisa diduga bahwa daerah Kepanjen mempunyai kisah sejarah yang masih terpendam.  










    Gerakan Moral
    Berfikirlah hal yang penting-penting kalau daerahmu ingin jadi daerah penting dan Berfikirlah hal yang besar-besar kalau daerahmu ingin jadi daerah besar.