edisi kusus

edisi kusus
Klik gambar... untuk melihat cerita, silsilah, foto keluarga Darmoredjo

Legenda Kepanjen Malang

Jumat, 02 Januari 2009


(Versi Japanan)
Oleh : Agung Cahyo Wibowo

Panji Pulang Jiwo datang ke Malang ada dua versi sebagai pedagang dan sebagai mengungsi karena adanya peperangan di Madura. yang bisa memperistri putri Proberetno, seorang putri dari Adipati Malang. 

Sumolewo berasal dari Gempol-porong, dan bekerja di Kadipaten Malang sebagai Aris di daerah Japanan-Malang, Sumolewo punya guru bernama Ki Japar Sodik yang terkenal mumpuni ilmu kanuragannya, dan pernah berpesan melarang tidak boleh memperistri putri dari junjungannya adipati Malang dan apa bila dilanggar maka akan terjadi mala petaka yang disebabkan oleh seorang laki-laki dari pulau Madura, orangnya memakai anting-anting dan berkumis
   
Roro Ayu Proboretno adalah Putri dari Adipati Malang, dan seorang gadis yang lincah dan suka ilmu kanuragam, Karena Keluarga menyarankan agar mau menikah, dan Proboretno sering menolak dan karena desakan keluarga maka Proboretno mengajukan syarat yaitu “Apabila ada seorang lelaki yang bisa mengalahkan kekuaatan ilmu kanuragannya maka sanggup untuk menjadi istrinya, akhirnya Adipati Malang mengumumkan sayembara tersebut.
   
Kabar sayembara sudah tersebar keluar daerah Kadipaten Malang, dan akhirnya Sumolewo bekeinginan untuk mengikuti, tetapi karena pesan gurunya yang melarang memperistri Roro Proberetno akhirnya dilanggar, dia ingin menghidari dari takdir kematian maka dia membuat aturan untuk melarang orang asing tidak boleh masuk daerah Kadipaten Malang bagi yang mempunyai ciri-ciri: berasal dari arah utara timur, masih muda dan berkumis maka akan diberhentikan, yang mirip dengan sarat-sarat tadi maka langsung dibunuh dan dilempar kesungai yang berada daerah Lawang, yang dikenal dengan kali getih, kali surak.
  
Tetapi tujuan Sumolewo tidak berhasil, sedangkan Raden Panji bisa memasuki kadipaten Malang yang akhirnya bisa mengikuti sayembara, tetapi pada masa pelaksanaan sayembara Sumolewo ingin melawan Raden Panji, terjadilah pertempuran yang sengit yang akhirnya dimenangkan oleh Raden Panji dan Sumolewo dikalahkan.

Raden Panji akhirnya berkesempatan untuk bertanding Kemampuannya dengan Roro Proboretno, karena kesaktian Raden Panji lebih unggul, pada waktu roro Proboretno terdesak lari dan bersembunyi di Gua Tepi sungai Brantas (gua bertapanya Proboretno), yang ditutup dengan batu yang bernama “Nini Growah” yang dipakai untuk bersembunyi waktu perang kesaktian, yang akhirnya bisa diketahui oleh Raden Panji dan akhirnya sayembara selesai dengan penyerahan Roro Proboretno. 

Orang Tua Proboretno Adipati Malang menepati janjinya untuk menikahkan anaknya dengan Raden Panji Pulangjiwo, walaupun hatinya menolak dengan kehadirannya Raden Pulang Jiwo, perkawinan antara Raden Panji dengan Roro Proboretno mempunyai keturunan seorang putra Bernama Raden Panji Wulung. 
 
Pada suatu waktu Adipati Malang, mengutus Randen Panji untuk menyelesaikan peperangan diluar kota Malang tepatnya sebelah timur kadipaten Malang, sebagai Pimpinan Pasukan Kadipaten Malang, Pada masa perang memang terjadi dengan sengit dan tidak seimbang, dengan bantuan Roro Proboretno istri setianya dengan sukmanya. Akal licik dari Kolompok yang tidak suka dengan raden Panji membuat kabar bohong bahwa raden Panji telah meninggal dipertempuran. Kabar bohong ini didengar oleh Putri Proboretno yang akhirnya jatuh sakit dan pada proses akan dibawah ke Kadipaten maka beliaunya meninggal dunia.
Mendengar kabar bahwa raden Panji tidak meninggal maka Sumolewo ada rasa ketakutan tentang pengkianatannya yang berdampak meninggalnya putri proboretno. Sumolewo yang terkenal licik mencoba menghasut Adipati Malang supaya meningkatkan keamanan kadipaten, karena ada penyusupan mata-mata dari kerajaan Mataram. Akhirnya Adipati Malang memerintahkan untuk menutup jalan masuk ke Kadipaden Malang.

Dengan susah payah untuk pulang ke Kepanjian kadipaten Malang, dengan melalui pegunungan disebelah timur tepatnya daerah Kedung Kandang. Saat kedatangan raden Panji disambut baik oleh Sumolewo, yang akhirnya diberitahukan bahwa istrinya Proboretno dibunuh oleh pasukan mataram yang dipimpin oleh Surontani. Spontan raden Panji berteriak yang menyebabkan jiwa merasa bersalah dan akan membunuh Surontani. Adipati Malang yang telah dihasut oleh Sumolewo tidak mengetahui kalau kedudukannya juga ikut terancam

Siasat adu domba Sumolewo berhasil, dia telah melaporkan ke mata-mata Mataram bahwa, kadipaten Malang akan memberontak, dengan pimpinan raden Panji (julukan baru Raden Panji Pulang Jiwo).

Akhirnya raja Mataram mengutus Surontani untuk menyerang ke kadipaten Malang, Sedangkan di pihak kadipaten Malang dipimpin oleh Raden Panj Pulang Jiwo atas perintah Adipati Ronggotohjiwo.

Penyerangan pertama Mataram melalui Selatan gunung Kawi, yang akhirnya Surontani bisa dibunuh oleh raden Panji Pulang Jiwo di tepi sungai Brantas. peristiwa ini sempat didengar oleh penguasa di Brang Wetan, sehingga dianggap angin segar untuk melepas kekuasaan dari kerajaan Mataram.

Penyerangan kedua Mataram mengirimkan beberapa pasukan kecil dan ahli strategi perangnya, Akhirnya untuk bisa mengalahkan pasukan kadipaten Malang dan Kesaktian raden Panji tidak perlu, karena dikwatirkan kadipaten malang akan didukung oleh adipati sekutunya.
  
Akhirnya ahli strategi Mataram telah menemukan taktik yaitu dengan membuat suatu Panggung Jebakan yang diatasnya diberi putri Mataram dihiasi mirip sekali Putri Proboretno, karena tahu bahwa putri Proboretno hidup maka raden Panji Pulang Jiwo, cepat-cepat ingin mengetahui kebenarannya yang akhirnya beliau dijebak dan masuk  lubang sumur sudah dibuat dan akhirnya prajurit-prajurit kadipaten segera membunuhnya, lalu dimakam ditempat penarukan kepanjian.