edisi kusus

edisi kusus
Klik gambar... untuk melihat cerita, silsilah, foto keluarga Darmoredjo

4. Kapan Kepanjen Ada Peradapan ...?

Jumat, 10 November 2017



                                         2.   EKSPLOITASI  INTERNAL                                   
 
Pada tahap ini, penulis melakukan renungan dan Kontemplasi terhadap suatu sasaran tujuan dan petunjuk dalam bukti data wilayah yang diperoleh dari tanya jawab. Kajian menganaliasahan literatur dan hubungan bukti-bukti pendukung bertujuan untuk memperkuat konsep dan memperkuat pembuktian tujuan tentang suatu "Peradapan Awal Kota Kepanjen" yang diawali pada dari watak Tugaran".

Dari Keterangan fakta sejarah yang dijelaskan di atas, penulis akan memberikan suatu analisa yang dianggap bisa sebagai latar belakang peradapan yang ada di Malang selatan, khususnya di Kepanjen, dengan penjelasan tersebut maka penulis mencoba memberikan runtutan analisa dan dasar  awal perkembangan suatu peradapan wilayah yang dapat terlihat dan terprediksi, sementara hasil eksploitasi belum tentu langsung positif, tetapi akan berdampak positif dalam jangkanya panjang. 

Untuk jangka pendek akan membuahkan hasil yang efektif dengan mengawali penelitian-penelitian baru di Malang selatan yang selama ini kurang tersentuh oleh penelitian pihak-pihak terkait, tetapi dalam jangka panjang mungkin bisa meningkatkan daya saing dalam proyek-proyek penelitian lainnya. tentunya eksploitasi baru dapat dinikmati di masa yang akan datang, sedangkan manfaatnya kecil di masa kini.

Ditinjau dari Geografis

Desa Tegaron yang penulis teliti adalah berupa nama sebuah dusun, yang berada diwilayah desa Panggungrejokecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Kalau dilihat dari arti,Tegaron menurut basa jawa adalah tekok garu, yang maksudnya adalah nama alat untuk mengelolah  tanah setelah di bajak, biasanya di lahan kering, bisa ditarik kerbau. Kalau dilihat dari arti sudah terbukti bahwa wilayah Tegaron pada saat dahulu sampai saat sekarang masih  berupa pertanian dengan tanahnya kering..

Berawal dari letak Tegaron yang berada di tepi barat sungai Metro dan sungai Sukun (kedung tempuran) mengalir ke selatan bertemu dengan sungai Brantas di desa Jenggolo. Dusun Tegaron mengikuti wilayah desa Panggungrejo yang letaknya di Timur sungai yang baru dibangun jembatan penghubung pada tahun 2006. 

Pengalaman penulis dalam melakukan berperahu "arung jeram" disungai Metro menuju area Tegaron, ternyata memiliki arus deras, walaupun musim kemarau, sedikit batu kalinya kalau dibanding dengan sungai Brantas, dalam laju perahu saya sangat lancar, tidak perlu menggunakan dayung kecuali bila sudah dekat dengan hulu sungai Metro.

Dusun Tegaron ini mengandung juga ke-unik-an dalam pembagian tanah "Ganjaran Desa" atau istilahnya "tanah Bengkok Desa", Dimama tanah yang ada didusun Tegaron sebagian "tanah bengkok desa"nya dimiliki kelurahan atau desa lain, yaitu : 
1. Kelurahan Kepanjen, hak tanah bengkok seluas 7 ha (kecamatan Kepanjen)
2. Kelurahan Cepokomulia, hak tanah bengkok seluas 7.ha (kecamatan Kepanjen)
3. Desa Ngadilangkung, hak tanah bengkok seluas 6,3 ha (kecamatan Kepanjen)
4. Desa Dilem, hak tanah bengkok seluas 3,5 ha (kecamatan Kepanjen) 
5. Desa Panggungredjo, hak tanah bengkok seluas 5 ha (kecamatan Kepanjen) 
6. Desa Jenggolo, hak tanah bengkok seluas 4 ha (kecamatan Kepanjen) 
7. Desa Sengguruh, hak tanah bengkok seluas 4 ha (kecamatan Kepanjen) 
8. Desa Talangagung, hak tanah bengkok seluas 5 ha (kecamatan Kepanjen) 
9  Desa Mangunredjo, hak tanah bengkok seluas 3,5 ha (kecamatan Kepanjen) 
10.Desa Mangunrejo, hak tanah bengkok seluas 3 ha (kecamatan Kepanjen) 
11.Desa Trenyang, hak tanah bengkok seluas 3 ha (kecamatan Sumberpucung) 
12.Desa Turus, hak tanah bengkok seluas bersebelahan  (kecamatan Sumberpucung)
13.Desa Senggreng, hak tanah bengkok seluas 2 ha (kecamatan Sumberpucung) 
14.Desa Jatikerto, hak tanah bengkok seluas 2 ha (kecamatan Sumberpucung) 
15.Hutan jati di tepi sungai Metro juga hak, Dinas Kehutanan kabupaten Malang
 
Informasi ini penulis peroleh dari hasil wawancara langsung dengan kepala desa Ngadilangkung dan pensiunan kaur humas kecamatan Sumberpucung, untuk data ukuran luas yang tertera diatas merupakan data yang masih perlu dikonfimasi ulang.

Dan penulis mendapat informasi dari mantan pamong desa Turus tentang wilayah Watak Tugaran,  bahwa diwilah tersebut terdapat area "Sawah Raja", dimungkinkan area ini area yang difungsikan sebagai pertanian padi dan sebagai lumbung hasil pertanian dan di sebelah baratnya sawah raja terdapat Kebonsari dan disebelah kebonsari ada tanah rata yang ditumbuhi rumput, juga bersebelahan dengan danau kecil, menurut sesepuh desa bahwa ditenpat tersebut untuk latihan kuda-kuda milik prajurit. 

Dari  tinjauan geografis dan data sejarah dan pengalaman pribadi, akhirnya penulis menyimpulkan bahwa sungai metro ini sangat digunakan sebagai jalur  transpotasi air, pada saat kerajaan Kanjuruhan dengan  Watak Tugaran, pada diera Mataram Kuno". Dan wilayah watak tugaran, krajan berada di barat sungai Metro", jarak antara kerajaan Kanjuruan dan Watak Tugaran adalah 20 kilo meter.





http://kursuskerja.blogspot.co.id/2015/08/kursus-di-lembaga.html


lanjut - pilih :
  1. Latar Belakang, Rumusan, Batasan danManfaat Penelitian
  2. Sumber Data Sejarah
  3. Kajian Data Sejarah,  Eksploitasi Eksternal
  4. Eksplotasi Internal, Ditinjau dari Geografis
  5. Ditinjau dari Sumber Penemuan Sejarah
  6. Ditinjau dari Hubungan  antaraWilayah