edisi kusus

edisi kusus
Klik gambar... untuk melihat cerita, silsilah, foto keluarga Darmoredjo

Sejarah Malang Paska Kanjuruhan

Jumat, 17 November 2017

Judul Penelitian :

Keberadaan Pemerintahan "Watak Tugaran" 
 di Malang Selatan 
pada masa "Medang Kamulyan"

Penulis :  Agung Cahyo Wibowo
Penelitian dimulai akhir tahun 2016 

Latar Belakang
 

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami masa lalu daerah Malang Raya dan mencoba untuk menghubungkan peristiwa atau perkembangan sejarah perkembangan pemerintahan ibu kota baru Kabupaten Malang pindah ke Kepanjen, yang disahkan pada tahun 2008 masehi. Untuk meningkat pemahaman tentang kejadian masa lalu dan masa kini guna memperoleh dasar-dasar sejarah Malang selatan yang lebih rasional, dengan melakukan pilihan-pilihan untuk masa depan, tentunya untuk membantu dalam menguji hipotesis yang berkenaan dengan keberadapan suatu daerah yang dianggap penting dan mengetahui tentang kecenderungan sejarah jaman dahulu dengan lebih lengkap.

Dengan keterangan tujuan diatas maka sangatlah penting dan perlu untuk mengetahui keberadaan Kota Kepanjen lebih dalam, agar sumber-sumber informasi yang berhubungan dengan "jati diri daerah" bisa digali, dilestarikan dan dikembangkan berdasarkan Pancasila dan UUD 45.   

Keunikan nama Dusun Tegaron di wilayah Desa Panggung Rejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang yang saya ketahui adalah sebagai berikut :
Pertama : nama tempat "Tugaran" atau "Tagaran" yang disebutkan dalam cerita Sejarah Malang diperkirakan mengalami perggeseran pengucapan menjadi "Tegaron.
Kedua : wilayah pemerintahan "Watak Tugaran" merupakah perkembangan dari pemerintahan Kanjuruhan di masa Empu Sendok atau disebut awal masa pemerintahan "Medang Kamulyan".
Ketiga  : Secara Geografis, letak wilayah "Kerajaan Kanjuruhan" dan "Watak Tugaran" sama dipinggiran sungai Metro (Mahateru), sebelah barat juga tidak jauh letaknya dari sungai Brantas, Berada di Lereng Gunung Kawi (gunung purba) atau barat gunung semeru (Mahameru).
Keempat : Saya menemukan dan mencari data literatur tentang peninggalan benda bersejarah yang diperkirakan era kerajaan Medang Kamulyan atau sebelum berdirinya kerajaan Singosari.
Kelima : nama-nama daerah sekitar yang disebutkan dalam cerita Sejarah Malang yang jaraknya tidak jauh dari dusun Tegaron.

Dengan permasalahan diatas, perlu dilakukan sebuah penelitian awal tentang :

Adanya pemerintahan di Kepanjen - Malangdimulai dari nama dusun Tegaron
Sehingga informasi tentang adanya nama daerah ke-Panji-an (Kepanjen), yang sekarang telah menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Malang, yang memiliki wilayah terluas di Jawa Timur semakin jelas dan tidak diragukan lagi.

Rumusan Masalah
Penulis mencoba membuat rumusan Masalah adalah :
1. Apakah ada bukti dan fakta-fakta yang menjelaskan keberadaan "Watak Tugaran"
2. Apakah ada hubungan antara wilayah "Watak Tugaran" dengan Wilayah lain di
    Malang Selatan.
   
 
Batasan Masalah.
Penulis mencoba membatasi masalah dalam penelitian yaitu :
1. Mencari bukti dan fakta-fakta sejarah tentang letak "watak Tugaran"
2. Menghubungan tentang wilayah "watak Tugaran"  dengan 
nama-nama wilayah 

    di Malang Selatan

Manfaat Penelitian
Perlunya untuk mengetahui "Peradapan Awal Kota Kepanjen", agar sumber-sumber informasi yang berhubungan dengan jati diri daerah bisa digali. sehingga manfaat penelitian adalah :
Pertama : Diketemukan bukti-bukti baru dan fakta-fakta sejarah tentang sejarah Malang khususnya Kepanjen dimulai dari diketahuinya letak "watak Tugaran".
Kedua : Diketahui dan ditemukan tentang hubungan wilayah Malang, khususnya wilayah Kepanjen dengan wilayah lain  dimulai dari pemerintahan era "watak Tugaran"  

Metodologi Penelitian
1.  Latar Belakang, Rumusan, Batasan danManfaat Penelitian
      Membahas tentang Letar belakang permasalahan yang diteliti, terus dirumuskan permasalahan yang diteliti, manfaat yang diakobatkan adanya penelitian, metodologi penelitian, Pesan dan sejarah tentang kendala  yang ada pada saat penelitian dan perlu menjadi evaluasi untuk kedepannya.

2.   Sumber Data Awal Sejarah Penelitian
        Saya akan melakukan pencarian Sumber data sejarah yang berhubungan denga segala sesuatu yang berwujud dan tidak berwujud serta berguna bagi penelitian.

3,   Kajian Data Sejarah,  Eksploitasi Eksternal
          Saya akan melakukan eksplorasi pada gagasan yang muncul (gagasan awal) tentang nama suatu dusun yang bernama "Tegaron" desa Panggungrejo kec. Kepanjen Malang. Gagasan awal ini dieksplorasi kembali untuk memperkuat perwujudan konsep pembuktian tentang kebenaran letak "wilayah tua yang bernama Tugaran" dengan menggunakan ekplorasi Internal dan ekplorasi Eksternal.

4.   Eksplotasi Internal, Ditinjau dari Geografis
          Saya akan melakukan renungan dan Kontemplasi terhadap suatu sasaran tujuan dan petunjuk dalam bukti data wilayah yang diperoleh dari tanya jawab. Kajian menganaliasahan literatur dan hubungan bukti-bukti pendukung bertujuan untuk memperkuat konsep dan memperkuat pembuktian tujuan tentang suatu "Peradapan Awal Kota Kepanjen" yang diawali pada dari watak Tugaran".

5.   Ditinjau dari Sumber Penemuan Sejarah
6.   Ditinjau dari Hubungan  antaraWilayah 

Pesan dan Saran
Saya sebagai peneliti juga sebagai penulis mencoba untuk memberikan pesan dan pesan kepada pembaca blog ini, agar lebih perduli tentang aset-aset sejarah dan budaya, khususnya pembaca yang tinggal atau bekerja di Kepanjen Malang. Karena dengan hilangnya aset-aset sejarah dan budaya akan Malang Selatan mengakibatkan hilangnya jati diri daerah, yang akan berdampak langsung pada generasi yang akan datang.

Berhungan dengan pindah kota raja atau pusat kegiatan pemerintahan  Kabupaten Malang dari "Kota Malang" ke "Kota Kepanjen", secara langsung dan pasti secara perlahan akan berdampak pada pembangunan daerah, aturan pemerintah dan kebijakan pemimpin yang diharapkan berpihak pada ketahanan dan pentingnya penyelamatan tapak jejak sejarah jaman sebelumnya,
contoh kebijakan pemerintah yang telah mengganti nama tempat di Kepanjen:
1. Klenjeran diganti Ardirejo
2. Jl. Pahlawan diganti Jl. A. Yani

Bahkan tentang penyelamatan benda-benda bersejarah di Malang Selatan, hampir tidak dilakukan sampai hari ini (tahun 2017) oleh pemerintah dan masyarakat yang terkesan kurang peduli, dengan alasannya faktor sarana, biaya dan mekanis birokrasi yang sulit juga melilit, saya juga merasakan adanya belenggu tersebut betapa melekat sikap ini pada kita, Dalam hal ini saya memberikan pesan kepada saya dan pembaca agar selalu berbuat baik untuk penyelamatan peninggalan benda sejarah yang ada di sekitar kita lalu dirawat dengan baik. Untuk benda-benda peninggalan sejarah yang masih terkubur atau yang belum tergali jika ada ada masyarakat melaporkan segeralah direaksi dengan cepat untuk mengecek yang di duga adanya benda bersejarah, lalu lihat kebenarannya yang dilakukan oleh pihak berwenang dan  secepatnya digali, karena kalau pihak berwenang lama melangkahnya akan tertutup oleh bangunan gedung-gedung baru, sehingga sumber fakta-fakta tersebut akan tidak terkuak dan  terbukti lalu mengakibatkan sejarahnya hilang.
Potensi peninggalan benda bersejarah saya ketahui datanya di Malang selatan adalah peninggalan jaman Kerajaan Kanjuruhan, Medang / Empu Sendok, Watak Tugaran, Kediri, Tumapel, Singosari, Sengguruh, jaman penjajah dan awal kemerdekaan  yang selama ini sangat minim sekali, lalu hilang sejarahnya bersama munculnya gedung-gedung baru.